Mesin Ketik Tua
“Aku adalah mesin ketik tua. Hampir setiap hari aku digunakan untuk mengetik sesuatu. Maklumlah pemilikku kan orang sibuk. Hxri demi hxri xku mxkin tux, tubuhkupun sxkit-sxkitxn.Wxlxupun xdx beberxpx bxgixn tubuhku yxng rusxk, xku mxsih dipxkxi.Zekxrxng tuxnku mxkin zibuk, xku pun mxkin zering dipxkxi. txpi tuxnku mxkin nggx xdx wxktu untuk menguruzku. Wxlxupuv kovdiziku begivi xku mxzih zerivg dipxkxi.Xh…mxkiv bxvyak bxgixv tubuhku yxvg quzxk. Dxv xku puv mxkiv txk teqbxcx”
Begitulah ceritanya.Itulah gambaran kita dalam suatu organisasi. Ada teman kita yang mungkin yang bertipe “huruf A”, ada juga yang bertipe “huruf Q” atau juga “huruf X” mungkin. Ketahuilah sahabat, semua huruf dalam suatu mesin ketik (baca: organisasi) adalah berharga. Huruf “A” tak akan mungkin mengganti peran huruf “X”, huruf “Q” juga tak akan tergantikan perannya oleh huruf “R”, walaupun kita terkadang memaksanya begitu. Kita terkadang terlalu memaksa si “A” tanpa merawatnya, dan akhirnya si “A” rusak dan terpaksa harus diganti dengan “X”. Alangkah bijaknya jika kita (sebagai pemimpin) merawat semua huruf agar tidak terjadi seperti cerita di atas. Jikapun terpaksa harus si “A” diganti gantilah dengan “A” juga agar setiap “tulisan” yang akan kita ketik akan “terbaca” dengan baik. Ketahuilah sahabat, –jika kita sebagai peserta rapat– kedatangan kita saat rapat tentu akan sangat bermakna. Terkadang kita malas untuk hadir dalam rapat, padahal dalam rapat itu sedang mengetik “tulisan” yang banyak menggunakan huruf “R” dan huruf “R” itu adalah kita. Walaupun disuatu ketika huruf “R” jarang digunakan, janganlah berkecil hati. Pahamilah semua “huruf” punya peran yang tak tergantikan. Begitupun dengan Anda. Peran Anda tak kan tergantikan dengan seorang pun. Percayalah.
Terakhir, selamat berkarya dalam organisasi Anda -apapun namanya-. Berbuatlah yang terbaik, ketahuilah “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (Al-Hadist)
Lab gtx -1 januari 2006-