Uang dan Kerikil
Sekelompok orang sedang mengerjakan proyek untuk membangun sebuah gedung. Tugas pun dibagi untuk mengefektifkan sumberdaya yang ada. Ada yang mengaduk semen, ada yang mengangkut batu bata, dan ada yang memimpin pengerjaan proyek tersebut.
Hari kian berlalu, kini proyek pengerjaan gedung sudah hampir selesai. 80 % bangunan sudah jadi, hanya tinggal mempercantik gedung itu menjadi sebuah gedung bertingkat yang elegan.
Ketika seorang pekerja sedang mengerjakan sesuatu di lantai atas, tiba-tiba ia ingin meminta bantuan pada rekannya di lantai bawah. Maka dipangillah rekannya tadi dengan memanggil namanya. Karena kondisi di lantai bawah sangat bising, maka teriakan pekerja yang di lantai ataspun tak terdengar.
Bingung. Pekerja itupun bingung bagaimana cara memanggil rekannya yang di lantai bawah. seketika itu ia ingat, ia punya uang logam. Maka dilemparlah uang logam itu ke bawah dengan harapan rekannya yang di bawah melihat ke atas.
Ternyata tidak. Pekerja yang di lantai bawah tidak melihat ke atas. Ia hanya mengambil uang itu lalu melanjutkan pekerjaannya. Kecewalah pekerja yang melempar uang tadi.
Proses panggil-memanggil tidak berhenti sampai di situ. Kini pekerja yang di atas mendapatkan ide baru untuk memanggil rekannya yang di bawah. Kerikil. Ya, pekerja tadi akan memanggil rekannya dengan melempar kerikil ke bawah. Tidak seperti cara pertama, kini ia akan melempar kerikil tadi tepat ke kepala rekannya di bawah.
“Aduh….”, teriak pekerja yang ada di bawah.
Misi berhasil. Kedua perkerja dapat berkomunikasi dengan baik dan menyelesaikan pekerjaannya.
——
Ceritanya selesai. Silakan mengambil kesimpulan masing-masing
Sekian dan Terima kasih… hehehe