Semoga Kecelakaan itu Ngga Direkayasa
Saya agak curiga dengan kecelakaan Garuda (7/3) direkayasa. Kenapa? Saya punya beberapa alasan:
- secara usia, umur pesawat garuda ialah yang paling muda di antara pesawat dari penerbangan lain Berikut ini adalah data umur rata-rata pesawat di setiap airlines (saya copy dari Mas Harry)

- Garuda Airways : 10 tahun
- Lion Air : 17,2 tahun
- Mandala Airlines : 23,4 tahun
- Adam Air : 18,5 tahun
- Bouraq Indonesia : 25,2 tahun
- Sriwijaya Air : 24,6 tahun
- Kartika Airlines : 23,7 tahun
- Wings Abadi Air : 22,8 tahun
- Batavia Air : 22 tahun
- Air Asia : 19,4 tahun
- Citilink Garuda : 15,9 tahunSo, aneh rasanya kalau kecelakaan ini terjadi karena kendala teknis pesawat; bahkan MetroTv news menulis mengetik:
“Pesawat Boeing 737-400 bernomor penerbangan GA-200 yang tergelincir dan terbakar di Bandar Udara (Bandara) Adi Sucipto Yogyakarta,tak bermasalah saat tinggal landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Rabu (7/3) sekitar pukul 06.00 WIB.”
- Para Pilot Garuda-pun dikenal mempunyai kemampuan yang baik. Makanya ngga heran klo pilot-pilot tersebut banyak diminati oleh maskapai penerbangan asing; dan inilah yang ditengarai menyebabkan banyak pilot yang keluar dari garuda. (Tempo Interaktif)
- Cuaca buruk bukan jadi alasan kecelakaan ini, cuaca hari itu cerah.
Mudah-mudahan ini bukan sabotase maskapai penerbangan lainnya (yang sering kecelakaan), untuk menjustifikasi bahwa kecelakaan pesawat, lumrah terjadi. Karena seperti yang kita tahu terkadang cara-cara seperti itu sering digunakan untuk mengejar keuntungan sesaat
Mudah-mudahan juga Pak widodo A.S. dapat melaksanakan tugasnya dengan baik: menyelidiki aspek nonteknis kecelakaan Garuda GA 200 di Yogyakarta.
Terakhir, saya akan copy-pastekan ungkapan dari Pak Rovicky:
Sekali lagi, bagi saya bukan hanya masalah siapa yang bertanggung jawab tetapi demi menjaga supaya kejadian ini bisa diketahui sebelumnya (diprediksi) untuk menghindari kerusakan, korban serta kehilangan harta benda selanjutnya.
Yang selalu saya ingat adalah belajar, belajar mengerti mengapa bencana dan kecelakaan itu bisa terjadi, bisa terjadi dimana saja, bisa terjadi kapan saja.
Education can’t stop (natural) disasters from occurring, but it can help people prepare for the possibilities
Menurut saya, nggak baik ah, nduga-nduga sesuatu yang nggak jelas, ntar malah jadi suudzon. Atau malah bikin opini yang juga nggak jelas faktanya, bahwa ini adalah hasil “sabotase”, karena hal ini menyangkut tuduhan dsb.
But, it’s my opinion
Anyone can have another opinion
Mari kita sama-sama beristighfar, memohon ampunan dan taubat kepada Allah swt. Jangan sampai bencana-bencana yang terjadi itu merupaka azab.
http://sulapmaster.blogspot.com/
@Andri: iya sih, mungkin aq kebanyakan baca serial diktektip kali ya. Mudah-mudahan kita bisa mengambil banyak hikmah dari kejadian-kejadian akhir-akhir ini
Mari kita serahkan pada yang berhak, berdasarkan penyelidikan sesuai fakta2, untuk menyimpulkan apa penyebab kecelakan garuda pada 7 Maret 2007 tersebut. Andaikan kita ingin membantunya atau memiliki bukti2 tentang fakta2 itu, mohon untuk menyampaikan atau memberi masukan atau rekomendasi pada penyedik tersebut, sebelum keputusan itu diambil, andai tidak, kita dengan lapang dada harus menerimanya keputusan tersebut. Jangan sampai kita bersuudjon, atau mengklaim sesuatu tanpa tahu kebenarannya.
Namun, dari kejadian itu menurut saya, lebih baik kita ambil pelajaran dari kejadian itu. Atas Musibah ini, kita intropeksi diri, kenapa terjadi, apakah ini teguran atas dosa kita atau ujian atas keimanan kita dari Allah, karena apapun yang terjadi di alam ini adalah kehendak Allah, tak ada suatu apa pun terjadi di alam ini tanpa kehendak-Nya, walaupun itu jatuhnya sebuah daun dari dahannya.
Terima kasih.
Pesawat yang masih baru bukan jaminan ga bakalan jatuh atau kecelakaan. Analoginya, kecelakaan di jalan Tol, tidak serta merta selalu terjadi pada mobil2 yang sudah tua saja kan? Mobil keluaran kemarin sore juga bisa saja mengalami kecelakaan.
Kewajiban Manusia adalah berusaha. Allah yang menentukan segala sesuatunya. Hikmah yang bisa kita ambil, sampai saat ini saya memandang bahwa Garuda Indonesia sudah berusaha menyempurnakan ikhtiarnya dalam menjaga kondisi pesawat2nya. Tapi sekali lagi. Allah Maha Kuasa.
NB : jadi kebayang kalo Acha ketemu Pilotnya, pasti akan nanya : ‘udah baca Bismillah belum ?’
/>mode_Acha_On
Bener Dimas, kebayang diskusi selanjutnya…
Pilot : udah baca do’a kok
Acha : Pastikan do’anya tulus!
Pilotnya bingung…kekekke
@rininooraini
tapi kita juga harus usaha donk. dan yang pasti segala kemungkinan harus diperhitungkan. terkadang ada hal-hal yang di luar prakiraan kita. (kaya’ yang di komik=komik itu loh
)
bener banget mba, serahkan pada Allah semata
@ endah dan adit
berdoalah sebelum melakukan sesuatu. dan pastikan do’anya ikhlas karena Allah
Saya juga punya kecurigaan yang sama … tapi ya sudahlah .. mudah-mudahan tidak ada lagi musibah.
Heran, dimana salahnya ya? Diawali dari tsunami di aceh, bencana dan musibah kok tidak berkesudahan? Apa iya karena banyaknya orang yang berdosa? Tapi yang tidak berdosa juga menjad korban? Aneh .. mikir yuk mikir.