Delman

Pada hari minggu ku turut ayah ke kota
Naik delman istimewa ku duduk di muka
Ku duduk samping Pak kusir yang sedang bekerja
Mengendali kuda supaya baik jalannya
Hey..tuk-tik-tak-tik- tuk-tik-tak tuk-tik-tak suara sepatu kuda
Pasti kamu hapal lagi tadi
. Klo masyarakat di daerah sini (Dayeuhkolot dan sekitarnya) menyebutnya kretek. Kretek ini masih banyak digunakan oleh masyarakat, terutama ibu-ibu yang pulang dari pasar. Selain murah, dengan naik kretek semua belanjaan dapat dibawa pulang.
Klo di dayeuhkolot kretek ini Cuma popular di kalangan ibu-ibu, klo di Banjaran kretek ini masih banyak penggemarnya. Selain murah (klo di Banjaran hanya Rp1000,00 untuk jarak sekitar 7km), kretek ini biasanya beroperasi ke daerah-daerah yang belum ada (jarang) angkot yang masuk ke sana.
Cepat atau lambat pemandangan ini akan makin jarang kita temui. Peran kretek ini perlahan mulai tergantikan oleh angkot dan ojek motor. Klo di Jakarta kretek atau delman biasanya dipakai untuk hiburan, seperti di monas. Ataupun dipakai hanya untuk ngarak penganten sunat.
Seru kali ya, klo di Jakarta delman boleh masuk jalan protocol
. Ngga kebayang
wew, emang ada jalan protocol ya cha di jakarta ?
Duh, ini lagu ngajarin anak2 egois. Harusnya anak2 kudu mau duduk dimana aja..(hehe..just kidding)
Hah? Mau ke mekah naik dokar?
*saalh pokus*