Review Hari Ketiga PDKT

2007 August 21
by mardiyansyah

Hari pertama dan hari kedua sudah dilaporkan ke publik :D ; hari ketiga sampai dengan hari keenam belum. Saya akan coba mereview kejadian yang (saya anggap) penting semenjak hari ketiga sampai dengan hari ketujuh.

Moga dokumentasi ini dapat berguna di hari kemudian :)

=== Hari ketiga ====

Pada hari ini panitia PDKT bentrok dengan tim pemantau. Tim pemantau ini adalah tim yang dibentuk rektorat untuk mencari fakta tentang PDKT. Tim ini terdiri atas pegawai Badan kemahasiswaan dan tiga orang mahasiswa. Jumlah yang tidak terlalu banyak jika dibandingkan jumlah panitia PDKT yang berjumlah 120 orang, tapi mereka punya posisi tawar yang cukup kuat di mata rektorat; mereka menyebut dirinya C-23.

Kejadian bermula ketika acara pelevelan (hukuman bagi yang melanggar atudakran) dimulai. C-23 ini secara mencolok “mencari fakta” dengan mendokumentasikan acara tersebut secara berlebihan. Seolah-olah PDKT hanya push-up saja. Ketika acara yang positif mereka tidak sempat hadir. Sibuk katanya. Jelas kita tidak terima akan hal itu. Pemberian hukuman dimaksudkan untuk memberi efek jera serta penyadaran untuk para mahasiswa baru. Untuk hari ini temanya adalah sopan santun. Apa susahnya sih bilang punten jika melintas di tengah warga. Begitulah yang kira-kira terjadi. Tidak ada pukul-memukul, kontak fisik, dan yang sejenisnya. Hukuman hanyalah push up sewajarnya.

Kembali ke C-23, beberapa panitia langsung meminta kejelasan tentang hal ini. Pertemuan diadakan di ruang Badan Kemahasiswaan. Panitia mengemukakan ketidakterimaannya pada C-23 yang seolah-olah hanya mencari kesalahan PDKT saja. Ketika ditanya “Ke mana Anda saat kami memberikan reward pada peserta karena prestasinya?” Mereka menjawab: “Kita ada kerjaan lain. Nanti dokumentasinya kita minta saja pada panitia.” Tentu hal ini tidak bisa diterima, karena C-23 tidak fair dalam mencari fakta.

Pertemuan tersebut menghasilkan aturan teknis “pencarian fakta”. Intinya adalah prinsip keadilan dan tidak mengganggu acara.

Kalau mau jujur, sebenarnya saya bersyukur akan adanya C-23. Karena inilah, salah satunya, yang menyebebkan panitia bersatu.

Mungkin yang perlu diingat kedua element ini, panita PDKT dan C-23, sama-sama ingin memberi yang terbaik untuk mahasiswa baru. Hanya saja perannya yang berbeda.

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS