Review PDKT hari kelima sampai hari Ketujuh

2007 September 14
by mardiyansyah

Maaf saya baru mampu mau posting lagi :( , moga bermanfaat :)

Ada kesan yang mendalam pada hari ini. Hari ini hari Jum’at, bertepatan dengan hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus. PAgi hari acara PDKT dimulai dengan upacara. Upacara selesai, kami pun sholat Jum’at.

Rencananya sore hari akan ada acara motivasi oleh Satria Hadi Lubis, oleh karena itu acara siang hari direncanakan “Motivasi Akbar”. Tema sentralnya adalah Binroh (Bimbingan Rohani).

Apa itu Binroh? Binroh adalah kegiatan keagamaan pada saat PDKT. Singkat kata acara ini adalah acara Sholat bagi mahasiswa yang muslim. Setiap harinya ada tiga sesi binroh tiap harinya. Sesi pertama pukul 11.00 – 13.00 untuk Sholat Dzuhur. Sesi kedua pada pukul 14.30 – 15.35 untuk Sholat Ashar, dan sesi ketiga 17.00 – 18.30 untuk sholat Magrib. Pada sesi ketiga inilah yang paling rawan peserta kabur tidak mengikuti binroh, karena pada saat ini panitia PDKT menutup acara dan telah menyerahkan mobilisasi peserta pada lembaga kerohanian masing-masing.

Semua yang pernah tidak pernah ikut binroh. Saya diminta untuk meng-handle peserta yang tidak pernah mengikuti sama sekali Binroh sore. Ada dua orang. Alasan orang pertama adalah karena ia kerja pada malam harinya. Jadi jikalau mengikuti Binroh maka kondosi fisiknya akan drop. Kesalahan beliau adalah ia tidak izin pada panitia Binroh karena ia menganggap tidak akan diizinkan walaupun sudah mencoba meminta izin. Ya sudah ia mendapat sedikit ceramah dari saya.

Sekarang kita beralih ke alasan orang kedua, alasan ia tidak mengikuti Binroh adalah karena ia sudah bosan dengan Tuhan. Seketika itu saya lemas. Tidak tahu harus berkata apa. Ia menjelaskan bahwa ia tidak lulus SPMB sebanyak 3 kali padahal ia telah berdoa dan berusaha secara maksimal. Saya coba menasihati namun dijawab, “Saya bosan diceramahi terus, sekolah saya dulu semi pesantren. Tolong jangan urusi urusan pribadi saya. Sebenarnya Tuhan mampu pembuat saya lulus, namun Tuhan tidak mengizinkan. Tuhan telah berlaku sesuai kehendak-Nya, saya pun akan berlaku sesuai kehendak saya.”

Akhirnya saya menyudahi “ceramah” saya dengan membuat kesepakatan dengannya, bahwa ia harus tetap pergi ke masjid pada saat acara Binroh. Urusan sholat atau tidak itu terserah. Saya berharap harinya tergerak untuk sholat setelah melihat rekan-rekannya melakukan sholat.

Sore harinya acara diisi oleh Pak Satria Hadi Lubis, salah satu potongan klip yang paling menyentuh adalah klip yang di bawah ini. Kena banget dengan kebanyakan mahasiswa STT Telkom yang jauh dari orang tuanya.

http://youtube.com/watch?v=QcZyjkfGz4w

Ada satu yang yang tidak terduga dalam acara ini. Pak Satria meminta peserta untuk mengerluarkan amplop dan mengisinya dengan uang. “Waduh bisa kacau nih”, pikir saya dalam hati. Dan setelah dihitung jumlah “amplop” yang terkumpul adalah lebih dari 16 Juta rupiah. Uang tersebut rencananya akan disalurkan ke SD di sekitar kampus untuk dibelikan alat tulis.

=== Hari keenam ===

pengenalan ukm

Tema acara hari keenam ini adalah tentang pengenalan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang ada di STT Telkom. Karena keterbatasan waktu, tentu hanya sebagian saja yang tampil. UKM yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan live performance adalah UKM kesenian daerah, yakni: KEMASS (Keluarga Mahasiswa Asal Sumatera bagian Selatan), USBM (Unit Seni Budaya Minang), UKM Djawa Tjap Parabola, SWS (Swara Wadistra Sunda), UFKMS, dan UKKSU

Seperti biasa, ada saja masalah yang muncul. Kali ini masalahnya adalah miskomunikasi antar PDKT dan UKM yang tidak terlibat dalam acara. Ketika slot acara hanya untuk UKM yang bernuansa sport, UKM kesenian marah. Ketika panitia mencoba menghubungi tiap UKM untuk membuat resume UKMnya untuk dicetak di Buku Metamorfosis ada saja yang tidak mengumpulkan. Dan ketika Buku Metamorfosis selesai dicetak, UKM yang tidak mengumpulkan marah. Serba salah jadi panitia.

=== Hari ketujuh ===

penutupan

Ini adalah hari terakhir dari PDKT 2007. Pada breafing pagi Faridh, koordinator SC, menyampaikan bahwa disinyalir bahwa PDKT 2007 tidak berjalan secara alami. Apa pasalnya? Ada beberapa bukti yang menguatkan antara lain:

  1. Ada perekrutan untuk Tim Pemantau dari elemen mahasiswa baru yang notabene sebagai peserta.
  2. Ada peserta yang selalu di level khusus yang dicurigai ditugaskan untuk memprovokasi panitia agar melakukan “kontak fisik” terhadap peserta.
  3. Ada laporan dari salah satu UKM yang menguatkan point 1.
  4. Salah satu OC punya bukti kuat akan hal ini.

Dari-data di atas akhirnya beberapa SC men-trace dan mencoba memanggil para “tersangka”. Syukurnya kita ngga salah tebak, semua tersangka pernah berhubungan dengan C-23 tetapi tidak pernah secara resmi jadi salah satu tim C-23.

PDKT pun berakhir. Acara ditutup oleh Pak Imam selaku (Pembantu Ketua) Puket III, acara juga dihadiri oleh Bu Endang dan Mas Kemas selaku perwakilan dari Badan Kemahasiswaan.

Pertanyaannya di manakah C-23?

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS