Petak umpet di lapangan bola?
Menurut Wikipedia, Blog merupakan singkatan dari “web log” adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan secara terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
*lihat kata-kata yang di-bold dan dicetak miring*
Dengan nge-blog berarti kita setuju untuk nge-share apa yang ada dalam blog kita. Semua orang yang punya akses internet tentu punya hak untuk membacanya. Tapi, kalau kita ngga ingin orang lain baca, namun kita ingin tetap posting di dunia maya, blogger telah menyediakan fasilitas privacy post untuk “menyembunyikan” tulisan kita. Di wordpress juga ada, di Joomla juga demikian. Mudah kok settingnya. Tinggal “save as draft” klo di blogger. Klo di wordpress pilih radio button yang tulisannya “privacy”. Klo di Joomla tinggal di-unpublish.
So… jangan ada yang marah kalau tulisan kita –yang niatnya disembunyikan- dikomentari oleh orang lain. Grow up, guys… Masa’ main petak umpet di lapangan bola?
Doh, bisa dikomentarin yah? kalo WP versi brp?
*siap² lapor bug*
hmm
http://venus-to-mars.com/2007/11/12/waduh-sarah/
if you don’t need my comment,
nggak usah menulis di internetlah,
nulis aja di kertas, lalu simpan di bawah bantal…
hehehe….
yg paling penting itu motif. apakah tulisan yg dimaksud memang ditujukan tidak untuk publik atau motif sengaja digunakan untuk menjadi dalih nantinya
@rd limosin : Aye ngga ngerti pertanyaan kamu
@luthfi : kasusnya ngga kayak gitu. tapi ujungnya sama. Sama-sama diakhiri dengan berhentinya ybs ngeblog.
@basibanget : Aye ngga tahu apa motifnya. tapi ybs pernah jelasin bahwa blog miliknya punya pribadi. Orang lain ngga boleh baca. Klo mau baca harus izin. Kira-kira seperti itu.
Aneh kan?
lha kan bisa disetting ndak bisa dibaca umum juga tho..?
@wadiyo : Aye sependapat sama dirimu
*maap kelupaan reply
@tika banget : iya sebenarnya bisa, tapi ybs ngga mau melakukannya
kalo gak maw dibaca orang mending nulis di diary, hohoho..
susah amat..
Wah! Ilmu baru ini!!
*melengos*
@leni : I’m agree with you
@mBu : males
klo mo upload music di wordpress gmn kang?
trus ente buat artikel ini terinspirasi sama apa?
ane jadi suudzon ni…
@vie Achmad, install plugin aja. googling aja ya.
Artikel ini inspirasinya bukan dari blognya vie Achmad kok. heehhehe
wah kalo hanya di kasi comment mungkin ybs berterima kasih man, tapi mungkin ybs ada konflik lain pada ente
@gaBanget : ada pertanyaan yang muncul pada saya, mengapa ybs marah ketika saya menulis (secara tidak langsung) tentangnya. Sedangkan saya ngga pernah marah ketika ybs menulis tentang saya. Adilkah?
Trus kenapa saya nulis komennya di sini? Karena blog ybs tidak ada fasilitas komentar, so saya berkomentar dengan menulis postingan pada blog saya sendiri.
-demikian-