Kemarin malam sebelum tidur, tiba-tiba saja ada keinginan untuk belajar bikin themes wordpress (WP) lagi. Mungkin karena masa lalu saya di zamannya masih kuliah, css dan teman-temannya jadi salah satu sumber penghidupan
. Bedanya kalau dulu css-nya berteman dengan Joomla (masih versi 1.x), kalau sekarang mau cobain di WP.
Agar tidak bingung, saya punya sedikit tips untuk menjadikan file css menjadi themes wordpress. Oiya, tips ini berlaku dengan asumsi kita sudah punya file css untuk dijadikan themes. Kalau pengen coba-coba, bisa pakai css dari http://www.freecsstemplates.org/ atau jika kita punya file photoshop yang ingin dijadikan website dengan basis css seperti Joomla dan Wordpress bisa langsung ke http://webdesignocean.com/ He he he. Berikut tipsnya
- File inti dari themes pada WP cuma ada 2, yakni index.php dan style.css. Dengan kedua file ini sebenarnya sudah cukup untuk menbuat themes. File yang lain hanya sebagai pelangkap saja. Dan jika kita sudah paham mengkonversi css lewat kedua file ini, maka penyusunan file-file header.php, sidebar.php, footer.php akan lebih mudah.
- Hubungkan index.php dan style.css.
<style type=”text/css” media=”screen”> @import url( <?php bloginfo(’stylesheet_url’); ?> );
</style>Gunakan script di atas untuk menghubungkannya.
- Pasang Template Tag. Setelah index.php dan style.css sudah saling terhubung, tugas selanjutnya adalah memasang Template Tag sesuai template kita. Agar lebih mudah, coba tiru themes default yang disediakan WP. Template Tag lebih lengkap, dapat langsung baca di http://codex.wordpress.org/Template_Tags
Oiya terlampir Screenshoot “Hello World” dari file css yang dikonversi jadi themes WP. *nyubi abiees
* Selamat mencoba!

4 Comments
wah keren nih klo udah bs bikin themes sendiri, bisa milih2 desain sesaui selera.
Makasih tips nya
Salam kenal
aku dibikin juga donk kang acha … hehehe
wah keren. lebih lengkap donk kang acha
wah mohon maaf mas hendito, commentnya baru diapprove jarang nengok akun wp
.
Mas Hendito pasti lebih jago dari saya. Soal langkah-langkahnya sudah banyak yang bahas mas. Lebih lengkap di wordpress.org aja
Post a Comment