Sudah 10.000 jam?
Tulisan di bawah merupakan tulisan Fran Suwarman Sjam, yang merupakan salah satu senior saya di Lab Gambar Teknik, IT Telkom.
Tulisan ini hadir ketika diskusi mengenai “Lulusan yang mengecewakan” di milis, moga bermafaat, terutama bagi diri saya sendiri.
========
Sekedar ingin sharing. mungkin teman-teman sudah ada yang pernah membaca buku outliers yang di tulis oleh Malcolm Gladwell, yang menarik dalam buku itu adalah bagaimana para orang-orang hebat sukses bukan hanya dilihat dari intelegensinya saja bahkan bakat yang dimiliki. kuncinya terletak pada 10.000 jam latihan. The Beatles sebelum tenar dulu sering ngeband di kafe-kafe yang akhirnya melebihi 10.000 jam.
Lantas bagaimana dengan Bill Gates? Banyak orang menggunakan dia sebagai dalih untuk tidak berkuliah dan langsung saja berbisnis. Mereka2 yang seperti itu tampaknya belum mengetahui cerita Bill Gates yang sebenarnya. Dia mengoprek ASR-33 Teletype, komputer di sekolahnya saat itu, Bill Gates sudah mampu membuat sebuah program saat dia masih kelas delapan. Dia sangat terobsesi dengan komputer sampai2 di tahun 1971, dalam waktu tujuh bulan, dia telah menghabiskan waktu selama 1.575 jam bermain dengan komputer mainframe. Itu artinya rata-rata delapan jam sehari, tujuh hari setiap minggunya. Pada saat Gates keluar dari Harvard setelah tahun keduanya untuk mendirikan perusahaan perangkat lunaknya sendiri, dia telah berlatih membuat program secara nonstop selama tujuh tahun lamanya. Dia sudah jauh melewati batas berlatih selama sepuluh ribu jam lamanya.. Salah satu pianist dari china lang-lang pada umur 26 tahun sudah menjadi 100 orang berpengaruh dalam dunia musik klasik dan menjadi inspirasi para generasi muda china saat ini dan sekali lagi dia telah menempuh 10.000 jam.
mari kita mengingat masa kuliah dulu ada sebagian “kecil” mahasiswa yang menggeluti software, hardware tertentu yang mungkin melebihi 10.000 jam. dan itu saya yakin karena adanya kesempatan-kesempatan yang positif diberikan. apakah saat ini kampus telah bergeser karena tuntutan hal yang lain sehingga kesempatan-kesempatan positif ini menjadi hilang.
Bayangkan jika kesempatan-kesempatan yang positif diberikan kepada generasi muda, berapa banyak “rising star-rising star” dalam berbagai bidang yang akan muncul. Sehingga dalam kesimpulannya Gladwell menuliskan “Jika kita mengabaikan atau salah memahami pelajaran keberhasilan yang sebenarnya , berarti kita telah menyia-nyiakan bakat”.
Saya pernah menyampaikan hal ini pada saat di suatu acara human resource for information technology dan mereka menyampaikan hal yang sama seperti yang diungkapkan oleh Ibu Lily. Ini tidak hanya universitas seperti IT Telkom bahkan ITB pun saat ini juga di komentari. Knowledge Management bukan terletak pada hasil yang telah diperoleh melainkan meng-capture proses yang ditempuh untuk hasil yang diperoleh. hal -hal basic dan fundamental tidak boleh hilang. jadi kita harus melihat dari berbagai sisi apakah mahasiswa, dosen, kebijakan kampus (manajemen), kebijakan luar (ekstern) seperti pemerintah peduli akan hal ini. dan sekedar mengingatkan teknologi berkembang sangat cepat dan kita bisa menduganya apa yang terpengaruh kepada insitusi seperti IT Telkom atau pun lainnya.
Mari kita tempuh 10.000 jam bagi teman-teman yang sedang bekerja dibidangnya, yang sedang berbisnis, yang sedang kuliah, yang sedang berlatih olah raga untuk menjadi atlit profesional, dan yang ingin juara.
Fran Suwarman Sjam
=========
Apakah mutlak harus 10.000 jam terbang?
10.000 jam -menurut saya- adalah kalimat pengandaikan yang menyatakan *sangat banyak*
bagi muslim, cerita di atas bisa dilihat selengkapnya dalam al-Qur’an, tentu saja dengan bahasa al-Qur’an.
sayang… indonesia dan indonesian dijajah ‘INSTANT’, hasilnya pun instant.
10 jam tp fokusny bnyk ngaturnya gmn chA (ilmu, organisasi, dll) apa mmg hrus memilih ya..