Mengunjungi Lumba-Lumba Kiluan

2010 May 12

Rencana pergi ke Teluk Kiluan mulai muncul sekitar sebulan yang lalu. Mungkin karena ngiler sehabis baca catatan perjalanan Deedee Caniago di Milis Indobackpacker tentang perjalanan ke Kiluan.

Rencana perjalanan pun disusun dan sempat tertunda karena teman saya, Netty, mengabarkan bahwa Kiluan sudah di-book untuk syuting sehingga tertutup untuk umum.

Cerita punya cerita, akhirnya Heri dan Anies berhasil meng-arrange trip ke Kiluan pada tanggal 7-9 Mei 2010. Perjalanan Jakarta – Bandar Lampung Anies yang ngatur, sedangkan Bandar Lampung – Kiluan, Heri yang lebih banyak ngatur. Kurang lebih seperti itulah :D .

Peserta trip ini ada 24 orang, 21 orang berangkat dari Jakarta dan sisanya berangkat dari Lampung. Meeting point yang dari Jakarta adalah di Merak untuk selanjutnya nyebrang ke Lampung dan kumpul bersama peserta dari Lampung di rumahnya Heri di sekitaran Jl Wolter Monginsidi dekat DPRD Lampung.

Saya sendiri dan beberapa teman berangkat naik bus dari Terminal Kampung Rambutan. Saran saya, naiklah bus yang bermerk seperti Primajasa/Arimbi, lebih oke lagi kalau sudah penuh, soalnya bus yang saya tumpangi ini walaupun lebih murah, sampai ke Merak-nya lama bener. Jam 20.30 berangkat dari Kampung Rambutan sampai ke Merak jam 23.30. Duh! Kebanyakan ngetem di Pasar Rebo dan Kebon Jeruk.

Ngga lama sampai di Merak, kita langsung naik kapal feri dan kapal bertolak dari Merak ke Bakauheni sekitar jam 24.00. Suasana di kapal standard lah. Tinggal pilih mau tidur di AC atau tidur di dak kapal, kembali ke pilihan masing-masing. Ngga terasa, ya ya ya saya tidur :d, kita sudah sampai di Bakauheni jam 03.00.

Perjalanan berlanjut menuju Bandar Lampung, syukurnya kita telah booking travel semenjak dari Jakarta. Jadi begitu sampai Bakauheni dini hari, kita ngga perlu repot cari angkutan dari Bakauheni ke Bandar Lampung. Tarif travelnya cukup terjangkau kok. Rp35.000,00 per orang. Pakai 2 Mitsubishi Kuda  dan 1 L300 semuanya ber-AC masing-masing menampung 7 orang+1 supir.

Sampai di Bandar Lampung, lebih tepatnya rumah Heri, jam 05.00 langsung shubuhan dan makan bakso sony . Konon kabarnya kalau ke Bandar Lampung harus coba bakso ini. Thx Her! Baksonya enak! :) .

Kita baru lanjut berangkat dari Bandar Lampung menuju Kiluan jam 7.30, dengan sebelumnya kembali ditraktir sarapan oleh Heri :) , dan baru sampai sekitar jam 10.30.  Kondisi jalan memang jelek tapi tidak sejelek bayangan saya ketika membaca catatan perjalanan ke Kiluan yang ditulis teman-teman backpacker lainnya. Mungkin jalan sudah sedikit diperbaiki sehingga ajrut-ajrutan-nya tidak begitu parah. Standard jalan di daerah remote lah :) .

Oiya tips untuk minta tolong supir yang berpengalaman sebaiknya tetap diikuti. Karena ada spot jalan yang membutuhkan skill khusus agar dapat dilalui dengan aman dan nyaman.

Teluk Kiluan

Teluk Kiluan, diambil dari tempat terakhir ada sinyal telkomsel :D

Sekitar jam 12 kita naik Jukung -perahu kecil yang muat 3-4 orang- ke penginapan dekat Teluk Kiluan. Bukan di Pulau Kelapa, tapi masih di Pulau Sumatera yang paling dekat dengan Teluk Kiluan. Kenapa ngga di Pulau Kelapa? Karena Pulau tersebut sudah di-booking untuk party-nya salah satu anak  pejabat pemda di sana :D .

Oiya perjalanan  naik Jukung sekitar 20-30 menit.

Sampai di penginapan saya langsung survey kamar mandi :D . Kamar mandinya ada 1 dan berpintu :) , tapi airnya harus ambil dari sumur di belakang untuk kemudian ditampung di ember besar di kamar mandi.

Kegiatan yang dilakukan di sini adalah minum kelapa muda, makan, snorkeling, dan bakar ikan :D

Sedikit catatan dari saya, sebaiknya snorking jika tidak pakai fin (kaki katak) pakailah boot/sendal gunung agar tidak kaki kena karang waktu berenang. Satu hal lagi, posisi terumbu karang yang bagus agak ke tengah dan ombaknya cukup besar, jadi harap berhati-hati.

Pantai di Teluk Kiluan

Pantai di Teluk Kiluan

Keesokan harinya, sekitar jam 6.30 kita sudah bersiap untuk acara inti di trip ini: lihat lumba-lumba secara langsung di laut lepas. Life jacket dan drybag dipakai untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bersiap berburu lumba-lumba

Bersiap berburu lumba-lumba

Setelah satu jam perjalanan mencari tempat mainnya lumba-lumba, akhirnya kita ketemu sekawanan hewan pintar tersebut. Lucunya, mereka seperti mencari perhatian ketika mengetahui ada perahu yang mendekat. Ada yang meloncat terus salto berputar badan, ada yang loncat-loncat doang. Ada yang tiba-tiba muncul di depan Jukung lalu lompat. Keren!

Teman saya, Vera Yunia, berhasil mengabadikan momen keren ini. Mantap!

Lompatan lumba-lumba

Lompatan lumba-lumba

Oiya, kita sempat kehujanan waktu berburu lumba-lumba ini. Jadi, membawa jas hujan adalah pilihan yang bijak :) . Hal ini juga yang mebuat saya tidak berani mengaluarkan kamera dari drybag. Takut rusak uey :D Maklum lah bukan kamera tahan air :)

Setelah ngga penasaran lagi dengan lumba-lumba di teluk Kiluan, kita pulang ke penginapan. Jukung yang saya tumpangi sampai paling duluan di penginapan sekitar jam 9.30 untuk kemudian mandi dan bersiap pulang ke Jakarta.

Demikian laporan singkat dari saya. Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya. *tahan 2 detik* Salam backpacking :)

lagi di,
7 Responses leave one →
  1. 2010 May 12
    rieska permalink

    MANTAP!
    mengcopy ucapan kang acha klo abis moto :)

  2. 2010 May 23
    jeffri permalink

    ca,

    gw minggu ini rencana mau ke Kiluan bawa mobil sendiri pake Inova.
    ada kutipan menarik di artikel lu. “you mention jalannya ga sejelek yang dibilang orang2…”. buat gw ini titik terang bgt.

    bisa lebih di elaborate ga kondisi jalan seperti apa?
    soalnya gw kesana cuma berdua jadi kl mesti sewa Elf dari Lampung jujur ga ada uang.

    Thanks
    Jeffri

  3. 2010 May 23
    acha permalink

    Halo, Jefri,

    Coba lu lihat ini gambar http://picasaweb.google.com/mardiyansyah/Kiluan#5474695781760592850 . ini dia spot jalan yang lu harus berkonsentrasi penuh. klo ke bawah ke kiluan, klo ke atas ke arah pulang ke Bandar Lampung. nah kondisi tanah kurang lebih seperti itu. trus lihat pada sebelah atas, (gue coba deskripsikan perjalanan dari kiluan –> Bandar Lampung) setelah ini ada tikungan, lalu tanjakan kurang lebih 45 derajat. lebar jalan 5 meteran, hanya cukup 1 mobil truk. soalnya di sisi jalan langsung jurang. jadi musti gantian naik/turun-nya klo berhadapan dengan truk.

    Tanjakannya sih sekitar 500 meteran, ada beberapa kali tikungan, yang harus dilakukan, lu harus cari pijakan yang tepat untuk inova lu dan memastikan mesin ngga mati di tengah jalan :D . kalo kemarin naik L300, sempat matiin ac untuk spot ini.

    Selebihnya, kondisi jalan masih dalam batas toleransi. Jalannya sih ngga mulus, jalannya tidak beraspal, tapi sudah berbatu.

    Oiya, kalau dari arah Bandar Lampung, gambar di atas akan ditemui setelah markas TNI (aspal masih mulus), trus melewati perkampungan sebentar (jalan berbatu), lalu ketemu ini jalannya tanah (ngga beraspal/berbatu). Klo dari sana mungkin kondisinya turunan.

    Oke, selamat liburan. moga ngga hujan. kalo hujan, lu hanya perlu meningkatkan konsentrasi sahaja untuk melewati jalan ini :)

  4. 2010 June 3
    ayu permalink

    halo, salam kenal acha,

    gw mau ke Kiluan nih sabtu besok. mau tanya dong soal penginapannya. perlu reservasi ga? trus biayanya berapa. gw berangkat ber-8.

    thx before ;-)

  5. 2010 June 3
    acha permalink

    halo, salam kenal juga :)

    Penginapan, waktu itu kita reservasi dulu, untuk biayanya coba lu tanya Heri, itu link facebooknya udah ada di atas.

    He he he

  6. 2010 June 3
    ayu permalink

    Oke deh mas.. Makasih banyak ya :-)

  7. 2010 June 8

    cantiknya….

    mau mau mau…

    :D

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS